sajak
untuk Ervanita
“aku pernah ingin mengajakmu ke bukit itu.”
“ketika seumuranmu, ibuku dibawa perahu bugis ke pulau terdekat. kau lihat, matahari hanya sebesar telur penyu. laut bercerita tentang nenek moyangmu. asal-usul semakin haru biru. pasir-pasir melonjak dalam matamu. seperti hantu dari masalalu, kelepak terompah kuda, bendi yang dipacu terpaksa, dan erang sapi-sapi di padang terbuka.”
“aku masih belum lupa warna peta yang kita beri tanda. ke sini, ke sini kelak kita akan pergi. kau menunjuk arahnya. ada jejak peniti pada ujung jarimu.”
“tapi kau terlanjur menjadi oranglain.”
“aku kesakitan menanggalkanmu dari tubuhku. seperti menanggalkan desa asul-usul, tanah tanpa jawaban, musim hujan yang berlarut-larut, dan air sungai yang keruh perlahan-lahan dari riwayatku. kita tak dapat lagi berencana. membangun rumah dari semuanya. aku pernah memberimu gelang dari pelepah pinang. kita pernah berjanji untuk tak saling meninggalkan. merajut sarang di satu dahan yang tinggi. membiarkan elang-elang itu berkitar-kitar di atas kepala kita.”
“tapi kita tak pernah jadi bepergian.”
“lengkung teluk painan, biduk-biduk nelayan, dan kota kecil bau ikan, pelabuhan kapal agak ke selatan, pekan tripang, lokan, dan umang-umang. batu kureta di barat daya. derak pedati yang sesak muatan. lenguh kerbau di tanjakan. mengajarkan kita melupakan.”
oi, kanciang! pacar den waang ambiak pitaruh. ang jadian puisi lo tuh. kama utak ang. rancak bana umpan di tangan, jan lah mamanciang di tabek urang, kalapir. lai bautak ang? tanyo lah ka paja tu, inyo dak namuah jo waang lai doh. lai jaleh diang. nyo suka ka den cek’e. dima ang kini? tunggu di situ, den turuik. cakak wak lai. pira’un ang mah. awas dak ang tunggu yo, den ramuak-ramuak an kapalo jaga waang tu, tau raso
salam
batoh!
aaa nan batoh diang. kalamak paruik ang se iduik ko mah. baok amai ang bagai, dak katakuik gai den ka waang doh. sok gaya ang mah. kini tako se lah lai ha. ang tanyo ka paja gadih nantun, ma nan katuju dek inyo di antaro kito koh. lai jaleh diang tu…
hehehe…yg hari ini dimuat di Kompas…selamat ya…!!!
salam, komang ira
Artikel di blog ini sangat menarik dan bagus. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di lintasberita.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia. Nantikan segera plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi untuk Blogspot dan Wordpress dengan instalasi mudah & singkat. Salam!